Selasa, 10 Mei 2016

Gerakan Nusantara Mengaji Menghidupkan Alqur’an di Seluruh Indonesia

0


Gerakan Nusantara Mengaji yang dilaksanakan tanggal 7-8 Mei 2016 diikuti oleh sekitar 2,4 juta masyarakat Indonesia dari Naggroe Aceh Darussalam hingga Papua. Kegiatan ini telah berhasil menghatamkan Al-qur’an sebanyak 300 ribu kali.
 Gerakan Nusantara Mengaji bertujuan agar kehidupan berbangsa dan bernegara berjalan lancar. Muhaimin Iskandar selaku pencetus kegiatan ini berharap agar Al-Qur’an kembali membumi dengan melahirkan gerakan mengaji di masjid-masjid ataupun mushola-mushola di seluruh penjuru Indonesia.
 Pembukaan Gerakan Nusantara Mengaji berpusat di alun-alun kota Jember yang dipandu artis Tommy Kurniawan dan Ketua Komisi C DPRD Jatim Thoriqul Haq, serta dihadiri Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar, Dewan Penasehat Gerakan Nusantara Mengaji KH Ahsin Sakho Muhammad. Selain itu, pembukaan juga dilakukan oleh Muhaimin Iskandar
dengan bacaan Al-Fatihah lalu serempak diikuti oleh peserta Gerakan Indonesia Mengaji di seluruh Indonesia. Sedangkan penutupannya ditempatkan di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue Kecamatan Meuraxa Banda Aceh.
Kegiatan ini diadakan tanpa ada sangkut pautnya dengan unsur-unsur politik manapun. Semata-mata hanya untuk meraih ridho Allah. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Marwan Jafar.

Warga Bogor Sumbang Rp 485 Juta untuk Palestina

0



BOGOR -- Sumbangan sukarela masyarakat Bogor, Jawa Barat dalam acara Konser Kemanusiaan Peduli Palestina yang diselenggarakan Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP) di GWW Kampus IPB Dramaga, Ahad (8/5) berhasil terkumpul Rp 485 juta.

Ketua KNRP Kota Bogor Erry Nugroho Himawan mengatakan, dana tersebut akan dialokasikan untuk pengungsi Palestina yang ada di Turki, Suriah, Lebanon dan Yordania.

"Dana bantuan ini akan disalurkan dalam bentuk barang-barang yang dibutuhkan oleh pengungsi Palestina, saat ini mereka sedang kekurangan air minum, obat-obatan, ambulan, pakaian, perlengkapan sekolah, serta makanan," katanya.

Ia mengatakan, dana sumbangsih masyarakat Bogor terkumpul dari sumbangan langsung berupa uang tunai, pembelian cenderamata ataupun lelang barang milik bintang tamu Konser Kemanusiaan Peduli Palestina, yakni Opick, Melly Goeslaw dan Ebieth Beat A.

Sumbangan tersebut berasal dari masyarakat Bogor yang menghadiri acara konser kemanusiaan yang berasal dari berbagai elemen mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, pelajar maupun pejabat daerah. "Selain uang tunai ada juga yang menyumbangkan tanah seluas 400 meter di Kabupaten Bogor dan 150 meter persegi di Garut," katanya.

Konser Kemanusiaan Peduli Palestina telah berlangsung selama dua tahun ini, konser tersebut telah dilaksanakan di 71 kota dari 99 kota yang ada di Indonesia. "Tahun 2016 ini, Kabupaten Bogor menjadi tempat kelima digelarnya konser kemanusiaan peduli Palestina," katanya.

Ia mengatakan, target masih ada 28 kota lagi yang akan dilangsungkan konser kemanusiaan peduli Palestina. Setelah kegiatan ini berakhir, akan ada program lanjutan untuk menggalang dana bagi Palestina yang akan disiapkan dalam format dan bentuk kegiatan yang berbeda.

Ia mengatakan, selama dua tahun menggalang dana, total data sumbangan yang terkumpul dari masyarakat Indonesia melalui Konser Kemanusiaan Peduli Palestina mencapai Rp 9 miliar rupiah. "Indonesia mendapat pengharagaan dari Pemerintah Palestina, menurut mereka Indonesia merupakan negara kedua yang paling banyak menyumbang untuk Palestina setelah Malaysia," katanya.

Herry menambahkan, selain konser amal, upaya menggalang dana untuk membantu Palestina juga rutin dilakukan melalui kegiatan pengajian majelis ta'lim atau di lokasi car free day.

Senin, 09 Mei 2016

Perbaiki Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Umat Islam

0



Bogor --- Untuk memenuhi kebutuhan dalam sektor kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) umat Islam, Departemen Akademi dan Profesi (Akpro) Forum Rohis Diploma Institut Pertanian Bogor mengadakan acara IP Guider (5/6) bertempat di ruang TPAI Masjid al-Ghifari IPB.

Ketua Pelaksana IP Guider Kukuh Satrio Wibowo mengatakan, acara ini bertemakan menyeimbangkan ilmu dan pembentukan karakter dari ,oleh, dan untuk mahasiswa.

"Tema kegiatan ini yaitu, menyeimbangkan ilmu dan pembentukan karakter dari ,oleh, dan untuk mahasiswa, karena salahsatu kriteria muslim yang unggul itu adalah dimana orang tersebut bisa menyeimbangkan ilmu agama dan ilmu Allah.

Ia mengatakan, Hal ini semakin ditegaskan oleh pendapat Menteri Pendidikan, Anies Baswedan, karakter tidak bisa diajarkan lewat lisan semata dan tulisan, tetapi dengan teladan. Metodenya kira-kira seperti itu. Caranya kita diskusikan lagi.

Karena itu untuk menciptakan karakter dan integritas mahasiswa dibutuhkan proses penanaman nilai-nilai karakter sejak dini. "Untuk mempersiapkan pribadi sebagai teladan yang baik harus membutuhkan proses penanaman nilai-nilai karakter sejak dini," katanya.

Hadir sebagai pembicara yaitu Ika Resmeiliana, beliau juga sekaligus pembina Forum Rohis Diploma IPB, dalam kesempatan ini beliau menyampaikan ada 5 prinsip yang harus kita miliki.

"Ada lima prinsip yang harus kita miliki, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja mawas, dan kerja ikhlas,"Katanya.

Hadir juga dalam acara ini mahasiswa berprestasi Diploma IPB tahun 2016, yaitu Insiyatul Urbayanti Program Keahlian Teknik Manajemen Lingkungan dan juga empat mahasiswa berprestasi dari Program Keahlian Teknik Komputer, Teknik Industri Benih, Supervisor Jaminan Mutu Pangan, dan Teknik Mananjemen dan Perkebunan untuk berbagi pengalaman dengan para peserta.

Rabu, 04 Mei 2016

Mengapa Kami Mencintai Halaqah ?

0


Bismillah … Halaqah seringkali di sebut Liqa ataupun kelompok terkecil dalam berjamaah. Di dalam kelompok masyarakat kelompok terkecil ialah keluarga, maka di dalam berjamaah, halaqah inilah keluarganya.

Mengapa berjamaah?

Ada kalanya keputusan hidup kita jamaah yang menentukan. Hidup tanpa dakwah tak ada arti karena kita hanya menyolehkan diri pribadi (diri sendiri). Boleh dikatakan, hidup yang egois hanya mementingkan kepentingan sendiri. Seperti yang kita ketahui selama ini, hidayah itu tidak akan datang sendiri, ataupun langsung datang plok dari langit dan tiba-tiba kita berubah menjadi lebih baik. Tetapi harus melalui perantara orang lain. Berbanggalah menjadi orang-orang pengantar hidayah.


1. Karena berjamaah merupakan kewajiban seorang muslim
Kita bisa buka Qs An-Nisa : 1, Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.


Ali Imran: 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.


Qs Al-Maidah ayat 2, ………….., Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. …..
Tidak halal darah seorang muslim kecuali dengan tiga hal:……, ……., dan orang yang keluar dari Agama dan meninggalkan jamaah (di keluarkan oleh Bukhari, 6/9; dan Muslim, 3/1303).


Jamaah yang di maksud ialah jamaah Islamiyah yang mempersatukan seluruh kaum Muslimin, sehingga tidak ada kaum yang berpecah dan bergolong-golongan. Inti dari ayat dan hadits di atas ialah agar kita berjamaah dan bersatu. Allah dan Rasul-Nya tidak menyukai jika kita hidup menyendiri.


2. Karena berjamaah merupakan sarana terbaik untuk menjauhkan dari syethan.
Sesungguhnya Allah tidak mengumpulkan umat Muhammad dalam kesesatan, karena bagi siapa yang keluar dari Jamaah maka neraka tantangannya. Jika kita sendirian, tentu pikiran-pikiran kotor sering terlintas (mau coba? Coba saja kalau kita hidup 1 bulan dan tidak berinteraksi dengan orang lain. Bagaimana rasanya?). Tetapi, jika berjamaah kita menjadi kuat. Tentunya dari berjamaah pula begitu banyak kita dapatkan setruman-setruman dan target-target besar yang mampu di kerjakan secara bersama-sama.

3. Karena jamaah itu jalan cepat menuju surga.
Jika kita hidup menyendiri, amalan-amalan yang kita lakukan juga mendapat pahala sendiri. Masih ingat tentang amalan shalat berjamaah? Berapa kali lipat besar pahalanya, di bandingkan dengan amalan shalat sendirian? Nah, sama juga dengan amalan jamai. Dalam berjamaah, kita saling mengenal antar sesama Muslim/ah, dan tentunya suasana kehidupan kita berbeda-beda. Di jamaah-lah kita berkesempatan berbuat baik kepada saudara dan sesama Muslim lainnya. Kita juga saling mengingatkan, dsb.


Mengapa kami mencintai halaqah?
Tentu pertanyaan ini muncul kepada kader-kader yang masih awam dan tergolong baru dalam kancah dakwah. Karena, dalam dunia dakwah membutuhkan sarana tarbiyah diri yang salah satu cabangnya merupakan halaqah. Kami butuh hidayah dan semangat ruhiyah dari kawan-kawan se-lingkaran ataupun dari motivasi murabbi/ah. Seringkali kami mendengar tentang mensholehkan orang lain. Hal itu dapat terwujud jika kami hidup berjamaah (Oia, jamaah di sini bukan jamaah dari sekelompok kaum muslimin). Kader dakwah mempunyai ketulusan hati tanpa kepura-puraan.


Kami masih ingat keadaan di awal sebelum halaqah. Di mana di masa itu, kami hanya memikirkan nasib masa depan kami. Jarang- dan bahkan tidak pernah terlintas sedikit pun kami memikirkan nasib saudara-saudara kami. Dalam tulisan di buku impian kami, hanya tergores impian-impian memajukan nasib pribadi dan keluarga terdekat dan orientasinya lebih besar tentang kesuksesan dunia (jadi pengusaha sukses, selama kuliah dapat IPK tinggi dan tamat cum laude, orang terkaya di wilayah/kampung, s2 dan s3 di luar negri… sekitar-sekitar itu). Apakah engkau juga merasakan apa yang kami rasakan?


Namun, ketika dalam dekapan halaqah? Bagaimana kondisi hati dan pikiran kami? Apakah kami tetap memikirkan pribadi saja? Tentu, jawabannya tidak! Kami telah berubah. Kami memikirkan keadaan umat dan saudara-saudara kami. Orientasi kami tidak hanya lingkungan pribadi dan keluarga, namun juga lingkungan masyarakat, wilayah, negara bahkan memikirkan umat Islam se-dunia. Subhanallah. Cita-cita tertinggi kami tidak hanya berkisar urusan duniawi, sukses kefanaan saja, namun adalah jihad fisabilillah dan sukses di Akhirat. Aamiin.


Sebelum kami bergabung di halaqah, terlintas di pikiran bahwa menghafal 30 juz Al-Quran yang terdiri dari 6.000-an ayat SANGAT SULIT!!! Sehingga tak ada semangat untuk berusaha menghafalnya. Bagaimana denganmu? Apakah sama dengan yang kami rasakan? Nah, bagaimana keadaan kami setelah halaqah? Apakah masih menemukan kesulitan? Jawabannya seringkali kami dapatkan begini: menghafalnya tidak sulit, namun mempertahankan hafalan Al-Quran butuh keistiqamahan… yup begitulah! Di halaqah kami di ajarkan tentang arti keistiqamahan. Jikala iman sedang menurun, maka terlihat kawan-kawan selingkaran yang sedang semangat imannya, maka kami ikutan naik dan bersemangat.


Pertanyaan kami: apakah anti/antunna merasakan itu semua?
Mengapa kami mencintai halaqah?
Kami coba bandingkan dengan kehidupan silam yang masih jahiliyah. Di halaqah, kami selalu mendapatkan informasi update baik itu tentang ilmu maupun berita dan keadaan umat Muslim dunia. Sehingga, kami di dalam lingkaran menjadi termotivasi berlomba-lomba berburu informasi. Sangat berbeda, jika kami hidup sendiri – sendiri… mungkin kami merasa acuh dan tidak peduli dengan saudara yang lain. Pernahkah terpikirkan? Bahwa, ilmu itu ibarat air. Jika air dibiarkan tergenang dan mengendap akan bersarang nyamuk. Begitu pula ilmu, jika kita biarkan mengendap di otak tak ada manfaatnya. Namun, jika kami mentransferkan ilmu kepada saudara kami, tentu akan lebih banyak manfaatnya. Maka, di halaqahlah kami mendapatkan itu semua.


Tentunya lebih banyak alasan-alasan lain, mengapa kami mencintai halaqah. Untuk itu, bagi Antum/antunna yang merasakan kejenuhan ketika berhalaqah, maka tanyalah ke pribadi. Apakah niat mengikuti halaqah? Apakah niat itu ikhlas karena Allah? Mandirilah Antum, maka Antum akan menjadi orang yang merdeka dan maju. Pantang cengeng bagi kader dakwah. Karena, dakwah tidak membutuhkan kader-kader manja. Hanya ada 1 keputusan: jika tidak mampu di bina, maka di binasakan saja (hehehe… upsss, afwan). Ingat! Dalam dakwah tidak ada senioritas. Ketika kita niatkan dakwah ini karena Allah, maka tidak ada kata mundur walaupun satu langkah. Kabbiruuuu!! Allaahuakbar.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/09/12/22821/mengapa-kami-mencintai-halaqah/#ixzz47g1GBQmv 


⁠⁠⁠[HARUSKAH AKU MENTORING??]

0


Ada yang bilang mentoring itu singkatan dari "mental kotor disaring"
Ada yang bilang mentoring itu tempat bertemunya orang-orang yang sedang mencari ilmu.

Bukankah dengan belajar kita bisa mendapatkan keduanya? Mengapa harus ikut mentoring?

Apa aja si yang bisa didapat dari mentoring?

Wuih mau tau? 

- Ilmu agama -> sumber pengetahuan -> jalani kehidupan sesuai syariat -> tuk capai ridha-Nya
- Sharing -> tambah pengalaman -> dapat diaplikasikan dalam kehidupan -> mendapat banyak keuntungan darinya
- Silaturahim -> menyambung tali persaudaraan -> menumbuhkan rasa kasih dan sayang -> ada rasa kesatuan -> ukhuwah islamiyah yang kuat
- Reminder -> mutabaah yaumiyah -> menaikkan semangat beribadah -> menjadi manusia yang tambah imannya (Aamiin)

Rasul pun bersabda bahwa halaqah atau perkumpulan semacam mentoring adalah taman-taman surga :)

Oke. Ternyata mentoring punya goal yang sangat bermakna bro. Mentoring itu multifungsi. Gak percaya? Boleh dicoba :)

Ketika kau tahu manfaatnya, kau akan bersyukur mendapatkannya :)

SEMANGAT PAGI!!
#YukMentoring

Konser Kemanusiaan Peduli Palestina Bogor Raya

0


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰

RAYAKAN BULAN CINTA AL AQSHA

Palestina adalah CINTA ummat Islam,
Karena disana ada Masjidil Aqsha yang menjadi Kiblat Sholat pertama Ummat Islam,
Karena disana ada Masjidil Aqsha yang menjadi saksi sejarah Isra Mi'raj Rasulullah Muhammad Saw,
Karena rakyat dan pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menghapuskan penjajahan dari seluruh dunia.

Sebagai BUKTI KECINTAAN rakyat Indonesia pada Masjidil Aqsha, dengan bangga kami persembahkan :

"KONSER KEMANUSIAAN PEDULI PALESTINA"

πŸ“… Ahad 8 Mei 2016
Pukul 08.00 s.d 12.00 WIB

🏒 Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga

πŸ‘€ Talents : 
~Opick Tombo Ati, 
~Melly "Bunda" Goeslaw 
~Rapper Ebieth Beat-A

GRATIS !!!
TERBUKA UNTUK UMUM !!!

SIAPKAN DONASI TERBAIK UNTUK SUPPORT PROGRAM KEMANUSIAAN BAGI RAKYAT PALESTINA !!!

πŸ‡²πŸ‡¨Kegiatan ini diselenggarakan oleh :
Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Bogor Raya, Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Priangan Barat & QU Production 

πŸ‡΅πŸ‡ΈSerta didukung oleh :
1. SALIMAH Bogor Raya
2. KAMMI Bogor 
3. Komunitas ODOJ (One Day One Juz) 
4. Komunitas ODOT (One Day One Thousand)
5. JSIT Bogor Raya
6. Al Quds Volunteer Bogor Raya
7. Pendaki Gunung SAHABAT PALESTINA 
8. Komunitas Mahasiswa Pertanian Cinta Palestina 
9. GreenZone Volunteer Community 
10. SOELLE Art Production 
11. Komunitas Jiwa Petualang (KOWALA)
12. IKADI (Ikatan Dai Indonesia) Bogor Raya
13. Relawan Indonesia RELINDO Bogor Raya
14. Aksi Pemuda Peduli Indonesia APPI 

========================

SHARE. CARE. BE THERE.
BUKTIKAN CINTAMU !!!!

πŸ‡²πŸ‡¨Narahubung :
0878.7030.4109 (Falah)
0898.3616.926 (Lathif)
0857.7410.4820 (Billy)
0856.1160.690 (Rukman)
0858.9134.4574 (Suci)
0898.0458.676 (Novel)
0858.5135.7220 (Yestria)
0857.7687.7740 (Nur)
0857.7548.7415 (Tyas)
0857.7465.3448 (Umi)


πŸ‡΅πŸ‡ΈInfo Bazaar :
0817.9047.944 (Bu Ratnih)
0838.9350.4953 (Bu Mega)

Ki Hajar Dewantara, Santri Cilik Yang Dihapus dari Sejarah Pendidikan Indonesia

0

Jakarta, (gomuslim, 02 Mei 2016). Ditetapkannya tanggal 2 Mei sebagai ‘Hari Pendidikan Nasional’ atau Hardiknas dari hari lahir seorang tokoh bangsa bernama Raden Mas Suwardi Suryaningrat yang lahir pada tahun 1888 di Pakualaman, Yogyakarta. Ia berganti nama untuk menghapus jejak kebangsawanannya  pada 1922 menjadi Ki Hajar Dewantara (KHD) yang dikenal sebagai tokoh pendidikan nasional saekaligus menteri pendidikan RI yang pertama.
Beliau mendirikan perguruan taman siswa merupakan terobosan awal pada masa kolonial Belanda sebagai perjuangannya mencerdaskan anak bangsa yang hingga kini masih dapat dirasakan dampak postifnya. Perkembangan Taman Siswa dulas dalam sebuah buku “Indonesia dalam Kajian Sarjana Jepang”. Perkembangan taman siswa dinilai sebagai keberhasilan pergerakan nasional yang membuat pemerintah kolonial pada akhirnya mendapat perlawanan sengit di masa berikutnya. MC Ricklefs, seorang sejarawan berkebangsaan Australia dalam bukunya “Sejarah Indonesia Modern 1200-2008”, menjelaskan bahwa taman siswa dengan cepat tersebar ke luar Yogyakarta. Bahkan pada tahun 1932, Perguruan Nasional Taman Siswa telah mempunyai 166 sekolah dan 11.000 murid. Itu merupakan prestasi luar biasa. Dalam Taman Siswa pula kita mengenal sosok jenius yang dikagumi dunia, yaitu Sosrokartono, kakak RA Kartini, yang akhirnya menjadi guru Taman Siswa di Bandung.
Namun ada luput dari perhatian publik selama bertahun-tahun, bahwa Ki Hajar ketika kecil adalah seorang santri seperti Pangeran Diponegoro, Husein al-Mutahhar. Dalam buku terbitan internal Taman Siswa dan buku karya Zainul Milal Bizawie, “Masterpiece Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring Ulama-Santri 1830-1945”, dijelaskan latar belakang pendidikan Ki Hajar yang pernah nyantri kepada Kiai Sulaiman Zainuddin Abdurrahman, pengasuh pesantren di Kalasan Prambanan. Ki Hajar belajar Alquran hingga mahir membaca dan memahami isinya dari Kiai Sulaiman. Ki Hajar belajar Alquran hingga mahir membaca dan memahami isinya dari Kiai Sulaiman.
KH Achmad Chalwani, pengasuh pesantren di Purworejo juga menulis mengenai Ki Hajar Dewantara seperti ini:
“Maka bisa dilihat yang jadi santri-santrinya Kyai, menjadi penggerak di Indonesia ini. Coba dilihat, di Jogja ada seorang Kyai namanya Kyai Sulaiman Zainuddin, berada di Kalasan Prambanan. Mempunyai putra santri banyak, salah satunya beliau mempunyai santri namanya Suwardi Suryaningrat. 
Santri yang bernama Suwardi Suryaningrat tadi akhirnya menjadi Bapak Pendidikan Nasional yang terkenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara itu dulu belajar Al-Qur’an, dia seorang santri. Tapi sayang sejarahnya Ki Hajar Dewantara dulu belajar Al-Qur’an tidak pernah diterangkan oleh guru-guru di sekolah. 
Ki Hajar Dewantara itu ngaji Al-Qur’an dan yang mengajar adalah Kyai Sulaiman Zainuddin.  Ayo kita buka sejarah Taman Siswa, anak didik supaya tahu utuh, sejarah jangan dipotong-potong, kalau anda memotong sejarah pada saatnya nanti sejarah Anda akan dipotong oleh Allah SWT.
Yang mengatakan Kyai Sulaiman Zainuddin mempunyai murid Suwardi Suryaningrat mengaji di sana itu, saya baca di Sejarah Taman Siswa dan dari cerita para sesepuh di desa.”
Demikian Kiai penyambung informasi ini untuk disampaikan kepada masyarakat, bahwa orang yang terkenal dengan konsep pendidikan  “ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” itu ternyata dulunya seorang santri. Lahir dari rahim pendidikan seorang Kiai.
telah lama pergi meninggalkan bangsa Indonesia. Tokoh yang pernah menjadi santri itu meninggalkan amal jariyah yang tidak ternilai bagi pendidikan karakter bangsa Indonesia. “Sesuai yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara, nilai-nilai pendidikan di Tamansiswa bukan hanya mencerdaskan otak, tapi kita namakan jiwa merdeka,” Kata Ketua Harian Majelis Luhur Taman Siswa, Ki R Suharto, Senin 2 Mei 2016, di Yogyakarta saat memberi sambutan peringatan Hardiknas. (mm)
Redaktur : Nasiba
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html